GAYA HIDUP KESEHATAN TIPS

Simak Syarat yang Diperlukan Untuk Mudik Dengan Kendaraan Pribadi

Ilustrasi Mudik /freepik/Bus Images

Tunasnegeri.com – Pemerintah sudah memberlakukan larangan perjalanan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021 dan pengetatan syarat perjalanan pada 22 April sampai 24 Mei 2021.

Aturan ini dibuat karena temuan dari satgas Covid-19 yang melihat masih banyak masyarakat yang mudik duluan sebelum larangan mudik diberlakukan 6-17 Mei 2021 nanti.

Akibat adanya kebijakan ini, para pelaku perjalanan yang naik mobil pribadi tidak bolehh sembarangan lagi.

Dilansir dari situs resminya, Satuan Tugas penanganan Covid-19 mengumumkan addendum atau tambahan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Inilah syarat-syarat yang perlu disiapkan untuk perjalanan dengan kendaraan pribadi.

Syarat saat Pengetatan:

1. Pelaku perjalanan darat dengan kendaraan pribadi perlu mengantongi hasil negatif dari pemeriksaan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan atau tes GeNose C19 di rest area.

2. Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk melakukan RT-PCR atau rapid test antigen atau GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

3. Bila hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen atau GeNose C19 negatif namun ada gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan wajib tes RT-PCR serta isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

4. Pengetatan perjalanan darat dengan kendaraan pribadi dikecualikan untuk distribusi logistik, bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil dengan satu pendamping, kepentingan melahirkan dengan dua pendamping, dan kepentingan nonmudik lain yang dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat.

Dikonfirmasi terpisah, HM Arum Sabil, seorang praktisi pertanian pun memahami adanya kerinduan untuk mudik saat lebaran. Namun, upaya mencegah penyebaran Covid-19 perlu terus dilakukan hingga pandemi dinyatakan berakhir.

“Saya sangat mengerti kita semua pasti rindu sanak saudara pada saat-saat seperti ini, apalagi di lebaran nanti. Tapi mari kita utamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman pada musim pandemi seperti sekarang ini,” tutur pria kelahiran Jember tersebut. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like