EKONOMI PEMERINTAHAN PERTANIAN

Tegaskan Jatim Tak Butuh Impor Beras, Sikap Gubernur Khofifah Didukung Kalangan Petani

Gubernur Jatim, Khofifah IP saat meninjau lahan pertanian beberapa waktu yang lalu/ Istimewa

Caption: Gubernur Jatim, Khofifah saat meninjau areal persawahan . (Foto: Humas Pemprov Jatim)

 

TunasNegeri.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan stok beras di Jatim saat ini melimpah dan aman. Karena itu, Jatim tidak sedang membutuhkan pasokan beras dari daerah lain, apalagi impor.

“Secara tegas, Pemprov Jawa Timur menolak beras impor masuk ke Bumi Majapahit. Stok beras Jatim saat ini melimpah dan aman hingga akhir Mei 2021.” Tulisnya di laman resmi Facebook Khofifah Indar Parawansa.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, surplus beras di Jatim ini akan terjadi karena sampai semester satu luas panen Jawa Timur dihitung asumsi sampai dengan April sebesar 974.189 hektar dengan asumsi produksi beras 3.053.994 ton.

“Jadi berdasarkan prediksi dan hitungan kami, di Jatim akan ada surplus 902.401 ton. Dengan jumlah itu, maka Jatim tidak perlu ada suplai beras impor. Stok beras kita sangat melimpah. Bahkan saat ini tim satgas pangan sedang keliling untuk menyerap padi dan beras produksi panen saat ini.” Imbuhnya

Selain itu, berdasarkan prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok Januari-April 2021, ketersediaan beras diasumsikan tercukupi. Bahkan tren harga beras juga akan terjaga stabil.

Gubernur Jatim itu juga menjelaskan, angka ketersedian beras yang disebutkan di atas masih belum dihitung tambahan luas panen Mei dan Juni. Luas lahannya 295.118 ha dengan produksi 1.008.779 ton. Sehingga diprediksikan produksi beras Jawa Timur sampai dengan semester 1 adalah 1.911.180 ton.

Dengan data tersebut, ia juga menegaskan bahwa warga masyarakat tak perlu khawatir dan cemas, karena stok pangan Jawa Timur aman dan dalam kondisi sangat cukup dan surplus.

“Jadi, saya tegaskan bahwa ketersedian 2021 Kondisi stok sangat aman, Tahun 2020 kita juga surplus 1,9 juta ton, yang secara tidak langsung menjadi stok atau cadangan,” ungkap orang nomor satu di Jawa timur itu.

HM Arum Sabil, tokoh pertanian Jember
HM Arum Sabil, tokoh pertanian Jember

Diapresiasi Kalangan Petani

Sikap tegas Gubernur Jatim Khofifah untuk menolak wacana impor beras, didukung penuh oleh kalangan masyarakat petani. Menurut HM Arum Sabil, tokoh pertanian Jatim, sikap Khofifah itu telah menjawab keresahan kalangan petani.

“Alhamdulillah, sikap ibu Gubernur tersebut benar-benar melegakan kami. Sejak beberapa hari terakhir, saya kerap menerima pertanyaan dari kalangan petani di berbagai daerah di Jatim, tentang rencana impor beras,” ujar Arum yang juga diamanahi sebagai Wakil Ketua DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini.

Sikap Gubenur Khofifah itu, menurut Arum didukung penuh dan menjadi motivasi para petani di Jawa Timur. “Dari berbagai curhatan yang disampaikan kepada saya, memang para petani padi ini cukup percaya diri bahwa hasil produksi beras di Jatim sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jatim dan sekitarnya. Karena Jatim memang dikenal sebagai lumpung beras di Indonesia,” tutur Arum.

Arum juga menilai, produksi beras Jawa Timur sudah cukup melimpah selama beberapa tahun terakhir. Bahkan sampai menyuplai ke daerah sekitar. “Sekalipun pandemi, produksi beras di Jatim ini masih cukup baik. Karena yang menjadi tantangan adalah aspek hilirnya, terutama di awal pandemi di mana sektor logistik cukup terdampak,” papar Arum.

Karena itu, alih-alih impor, aspek yang perlu diadvokasi adalah memperkuat nilai tambah hasil produksi beras para petani. “Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama, bagaimana mendampingi para petani untuk bisa meningkatkan aspek pengolahan hasil pertanian. Model usaha seperti koperasi unit desa atau BUMDes, bisa dipertimbangkan, untuk memperkuat hilirisasi produksi beras,” pungkas Arum. (*)

Reporter: Arip Ripaldi

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like