NASIONAL PERISTIWA

Teken 25 MoU Bukti Nyata Komitmen Membangkitkan Ekonomi Bersama antara Jatim dan Sulut

Gubernur Khofifah saat memimpin gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara. (Foto: Humas Pemprov Jatim).

Tunasnegeri.com – Dalam misi dagang kali ini juga dilakukan Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh beberap OPD Pemprov Jatim, BUMD Jatim, dan Organisasi Pengusaha di Jatim dengan Provinsi Sulawesi Utara.

Tercatat ada 25 Perjanjian Kerjasama yang telah di lakukan hari ini. Pelaksanaan penandatanganan MoU ini sendiri terbagi dalam 2 kali sesi.

Sesi pertama dilakukan penandatanganan PKS oleh OPD Prov Jatim dengan OPD Prov Sulut. Penandatanganan dilakukan oleh Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Prov Jatim Dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Prov. Sulut Tentang Kerja Sama Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi Dan UKM Prov Jatim Dengan Dinas Koperasi Dan UKM Daerah Prov. Sulut Tentang Kerja Sama Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah (KUKM).

Serta, Dinas Kelautan dan Perikanan Prov Jatim Dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Prov. Sulut Tentang Kerja Sama Bidang Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Prov Jatim Dengan Dinas Pangan Daerah Prov. Sulut Tentang Kerja Sama Fasilitasi dan Pengembangan Sumber Daya Tanaman Pangan.

Selain itu, juga ada Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Prov Jatim Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Prov. Sulut Tentang Kerja Sama Fasilitasi Peningkatan dan Pengembangan Sumber Daya Tanaman Hortikultura, Dinas Peternakan Prov Jatim Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Prov. Sulut Tentang Kerja Sama Fasilitasi Pengembangan Sektor Peternakan Dan Kesehatan Hewan.

Dinas Perkebunan Prov Jatim Dengan Dinas Perkebunan Daerah Prov. Sulut Tentang Kerja Sama Fasilitasi Peningkatan Dan Pengembangan Sumber Daya Perkebunan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Prov Jatim Dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Prov. Sulut Tentang Kerja Sama Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Dan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Alam Di Desa.

 

Juga ada Dinas Komunikasi dan Informatika Prov Jatim Dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Prov. Sulut Tentang Kerja Sama Pelatihan Teknis Komunikasi dan Informatika serta Publikasi Informasi, Dinas Kehutanan Prov Jatim Dengan Dinas Kehutanan Daerah Prov. Sulut Tentang Kerja Sama Pengelolaan Potensi Dan Sumber Daya Hutan, yang terakhir Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jatim Dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Prov. Sulut Tentang Kerja Sama Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Selain 11 OPD yang melakukan Perjanjian Kerjasama , juga ada 11 BUMD milik Jatim dan 3 Organisasi Bidang Usaha di Jatim. yang melakukan Penandatanganan MoU.

Untuk organisasi pengusaha, dilakukan penandatanganan MoU oleh KADIN Prov. Jatim dengan KADIN Prov. Sulut, IWAPI Prov. Jatim dengan IWAPI Prov. Sulut, FORKAS Prov. Jatim Dengan REI Prov. Sulut.

“Kita harapkan dari kegiatan ini adalah tindak lanjut dan kontinuitas dari proses resiprokal trading ini. Karena antara Pemprov Jawa Timur dengan Pemprov Sulawesi Utara ada kebutuhan-kebutuhan yang bisa saling mengisi dan saling memenuhi ,” harapnya.

Diakhir dirinya juga mengatakan bahwa ditiap daerah utamanya Sulut termasuk juga di Jatim wajib melakukan proses penemu kenalan sebuah potensi yang memungkinkan untuk mensubtitusi barang impor di daerah lainnya.

“Sesungguhnya penemu kenalan di lapangan ternyata menjadikan sama-sama terinisiasi untuk melakukan sesuatu yang lebih produktif diantara kedua pihak,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran seluruh rombongan dari Jatim untuk gelaran misi dagang.

Steven menjelaskan dengan total penduduk 2,62 juta jiwa, Sulut memiliki angka kemiskinan yang berada dibawah standar 10% yakni 7,9%. Pertumbuhan ekonomi Sulut pada kondisi pandemi mencapai 5,8% diatas rerata nasional.

Sulut juga menjadi provinsi yang paling bahagia nomor 3 se Indonesia dimana peringkat pertamanya disabet oleh Jawa Timur.

“Mengapa demikian, disinilah anda akan menemukan sebuah keharmonian. Karena sulut adalah salah satu provini yang paling harmoni dan memiliki partisipasi gender tertinggi di Indonesia,” katanya

“Sebanyak 30% eselon II adalah wanita dan 60% eselon I adalah seorang wanita juga,” tambahnya.

Dirinya kemudian menuturkan, Manado dalam hal ini Sulawesi Utara merupakan _second home_ bagi masyarakat yang ada di wilayah Indonesia Timur.

“Jadi sangat pas jika misi dagang ini di gelar di Sulawesi Utara. Saya optimis bahwa potensi sustainable perdagangan disini sangat diperlukan utamanya dari Jatim,” ujarnya

Hal tersebut diungkapkannya sebab, hanya Provinsi Jatim yang pertama kali menggelar misi dagang di Sulawesi Utara. Dirinya juga optimis bahwa jika sinergi sudah terjalin maka sustainable harus dipertahankan.

“Ini karena saya survey ke Bupati-bupati yang ada di Kepulauan kami, 70% consumer goods berasal dari Surabaya langsung tanpa melewati Manado,” tegasnya

“Inilah yang membuat saya yakin bahwa pemilihan Sulawesi Utara sebagai lokasi misi dagang adalah hal yang sangat tepat. Terima kasih banyak Ibu Gubernur, semoga kerjasama sinergis akan terjalin dan berkesinambungan,” tandasnya. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like