KESEHATAN SOSIAL

Tingkatkan Layanan Donor Darah, PMI Jember Percepat Sertifikasi BPOM

Sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kepada UDD PMI Jember. (Humas PMI Jember )

Sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kepada UDD PMI Jember. (Humas PMI Jember )

 

Jumat, 26 Maret 2021

TunasNegeri.com – Belum banyak yang tahu, darah yang didonorkan ternyata masuk dalam kategori obat. Kategori itu dibuat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sehingga transfusi darah juga masuk dalam pengawasan lembaga tersebut.

“Ada aturan seperti itu. Dalam arti pengawasan tersebut menjamin mutu dimana darah yang diberikan oleh UDD PMI nantinya harus bisa terjamin dan bisa memberikan efek terapi pada pasien penerima transfusi,” ujar dr Roby Nur Aditya, Kepala bidang pembinaan kualitas Unit Donor Darah (UDD) PMI Pusat, Jumat (26/03/21) saat berkunjung ke Jember.

Karena itulah, UDD PMI Jember berupaya melakukan proses percepatan untuk memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini untuk memberikan produk darah yang terjamin dan memenuhi standart kualitas pada pasien, kini PMI Kabupaten Jember berusaha

Dua hari terakhir, BPOM melakukan proses evaluasi terhadap UDD PMI Jember agar produk darah terjamin dan bisa memberikan efek terapi. Jika telah mengantongi sertifikat CPOB tersebut, maka UDD PMI Jember telah dianggap mampu dan bisa menjalankan kaidah membuat bahan terapi dengan cara yang baik.

UDD PMI Jember dipilih karena memenuhi standart baik dari kemampuan SDM maupun peralatan produksi yang menjadi faktor penentu utama. Selain keduanya, PMI Jember kita juga menyiapkan metode cara pembuatan dan mengaplikasikan metode tersebut sesuai dengan kaidah CPOB.  “Jadi ketiganya itu menjadi poin utama  PMI Jember untuk memperoleh sertifikasi CPOB dari BPOM,” ujar dr Dudung Ari Rusli, Kepala Unit Donor Darah PMI jember.

Dari 227 UDD PMI Se Indonesia, baru 17 UDD PMI yang memiliki sertifikasi CPOB BPOM, dan ditahun 2021 ini PMI Pusat mentargetkan bisa 25 UDD PMI yang mengantongi sertifikasi, sehingga di tahun 2025 nanti ada 50 UDD PMI yang memiliki sertifikasi CPOB. “Kami berharap jember memiliki sertifikasi CPOB BPOM yang ke 18,” harap Dudung disela sela evaluasi.

Sementara itu Ketua PMI Jember H.E.A Zaenal Marzuki, SH, MH menginginkan PMI Jember secepatnya memperoleh CPOB BPOM dengan melengkapi sarana dan prasarana yang ada. “Kami telah membentuk tim percepatan CPOB untuk mempercepat sekaligus mendorong agar memperoleh sertifikasi CPOB BPOM,” tegas Zaenal yang juga seorang pengacara ini.

Tim percepatan Sertifikasi CPOB yang dibentuk pengurus PMI Jember kini telah melakukan perbaikan melalui tahapan tahapan teknis yang harus dipenuhi terkait sistem prosedur mutu maupun kelengkapan fasilitas yang direkomendasikan sesuai ketentuan BPOM. (*)

 

Reporter: M.F. Adi Permana

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like