BUDAYA PENDIDIKAN

Tingkatkan Manfaat Bagi Masyarakat, Pramuka Jatim Didorong Lebih Milenial

Foto: Prof Dr Suyatno, Wakil Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur saat berkunjung ke Padepokan HM Arum Sabil yang ada di Tanggul. (Foto: Istimewa)

Foto: Prof Dr Suyatno, Wakil Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur saat berkunjung ke Padepokan HM Arum Sabil yang ada di Tanggul. (Foto: Istimewa)

Jumat 26 Februari 2021

TUNAS NEGERI – Upaya memacu Gerakan Pramuka di Jawa Timur terus dilakukan pasca Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar Desember 2020 lalu. Dalam Musda yang digelar dengan protokol kesehatan tersebut, HM Arum Sabil secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2020-2025.
“Saya melihat, Pramuka di Jawa Timur ini bisa memberikan pencerahan dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Karena ke depan, gerakan pramuka akan dinaikkan menjadi satu tingkat lebih baik,” ujar Prof Dr Suyatno, Wakil Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur saat berkunjung ke Padepokan HM Arum Sabil yang ada di Tanggul, Jember, Jawa Timur pada Selasa lalu.

Foto: Prof Dr Suyatno, Wakil Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur saat berkunjung ke Padepokan HM Arum Sabil yang ada di Tanggul. (Foto: Istimewa)
Menurut Suyatno, ada tiga tingkatan dalam kontribusi Pramuka terhadap masyarakat. Mulai dari bermakna, berkesan hingga berdampak. “Bermakna yaitu ketika kegiatan itu dijalankan sudah mempunyai makna, lalu selesai. Sedangkan berkesan, artinya setelah selesai, acara pramuka itu tetap meninggalkan kesan yang mendalam bagi peserta, biarpun dia sudah punya anak, sampai kapanpun,” tutur Suyatno.
Adapun tingkatan tertinggi, yakni ketika kegiatan Pramuka bisa berdampak positif kepada tidak hanya anggota, tetapi juga masyarakat luas. “Nah ini yang menarik dari program baru dari Ketua Kwarda kita, Kakak Arum Sabil. Yakni agar gerakan pramuka lebih berdampak kepada masyarakat. Kita salut dengan gagasan tersebut,” ujar Suyatno yang juga Wakil Ketua Bidang Humas, Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup, Pramuka Jawa Timur.
Ke depan, Suyatno berharap, Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur bisa mengubah tampilan gerakannya menjadi lebih milenial. “Kita bisa sesuaikan dengan tipikal anak muda zaman sekarang. Yang penting, roh pramuka sebagai pendidikan berbasis alam terbuka, learning by doing, progresif dan berkelompok, tetap terjaga. Sesuai Dasa Dharma Pramuka,” ujar guru besar Sastra Anak Unesa ini.

Dalam kesempatan tersebut, Suyatno menyempatkan diri untuk ke berkeliling ke Padepokan HM Arum Sabil. Suyatno menilai sumbangsih HM Arum Sabil cukup signifikan hingga membuat Gerakan Pramuka memiliki 3 bumi perkemahan. “Berkat beliau, Gerakan Pramuka memiliki 2 bumi perkemahan di Jember dan 1 bumi perkemahan di Banyuwangi. Aset ini diharapkan mampu menjadi wadah berkegiatan dan berinovasi kader kader Pramuka. Ini sungguh luar biasa dan membuat kita siap berkolaborasi demi meningkatkan kinerja Gerakan Pramuka Jatim.,” pungkas Suyatno. (*)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like