PEMERINTAHAN SOSIAL

Tinjau Rumah Harapan Tunagrahita, Gubernur Khofifah : Urip Iku Gawe Urup, Hidup Itu Untuk Memberi Kehidupan

Gubernur Jatim, Khofifah saat meninjau Rumah Harapan untuk Kelompok Tunagrahita di Kabupaten Ponorogo. (Courtesy: Humas Pemprov Jatim)

Gubernur Jatim, Khofifah saat meninjau Rumah Harapan untuk Kelompok Tunagrahita di Kabupaten Ponorogo. (Courtesy: Humas Pemprov Jatim)

 

Jumat, 9 April 2021

 

Tunasnegeri.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pengembangan Rumah Harapan. Rumah yang diperuntukkan bagi Kelompok Tunagrahita itu terletak di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Selasa (6/4).

Rumah Harapan bagi Kelompok Tunagrahita sendiri merupakan hasil dukungan Bank Indonesia (BI), berbagai elemen lainnya serta seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Ponorogo. Rumah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan harapan serta cita-cita lewat produk sesuai kemampuan dan ketrampilan mereka.

“Rumah harapan ini dapat menumbuhkan kehidupan dan harapan bagi warga binaan tunagrahita. Karena hidup itu pada dasarnya untuk memberi kehidupan bagi yang lain. Urip iku Gae Urup,” ujar Khofifah dengan mengutip kalimat bijak tradisional Jawa.

Tagline  “Ada Harapan”  yang disematkan di depan nama Rumah Harapan tersebut  menurut Khofifah, mengandung pesan yang mendalam. Yakni harapan agar bisa mewujudkan cita-cita mereka di tengah keterbatasan.

“Saya optimis, cita-cita itu dapat tercapai melalui respon positif serta dukungan yang diberikan oleh berbagai elemen strategis,” tegas mantan Menteri Sosial itu.

Hadirnya rumah harapan, lanjut Gubernur Khofifah, tidak sekadar menambah semangat untuk beraktivitas. Akan tetapi juga membawa kemajuan bagi kelompok Tunagrahita di Desa Karangpatihan.

“Paling penting adanya sinergisitas dan kolaborasi bersama-sama agar semua ikhtiar berhasil baik,” ucap Khofifah.

Kehadiran RUmah Harapan ini menjadi pintu masuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi masyarakat Desa Karangpatihan. Sebab, lanjut Khofifah, indikator keberhasilan memajukan SDM warga binaan salah satunya melalui program edukasi

“Seperti  membuat keset dan Batik Ciprat serta ternak lele dan kambing. Ini dibutuhkan kolaborasi dan sinergisitas dari banyak pihak,” tutur Khofifah.

Untuk itu, Khofifah juga meminta pendampingan dilakukan secara masif karena mereka memiliki keterbatasan husus.

“Tanpa pendampingan dan penguatan seperti itu, saya rasa mereka secara psikologis maupun ekonomis tidak mudah survive,” tutur alumnus FISIP Unair ini.

Khofifah juga bersyukur karena masih banyak orang-orang yang peduli dengan masyarakat Tunagrahita. Kepedulian secara perseorangan maupun kelembagaan sangat berarti bagi mereka. Termasuk penguatan dari Bank Indonesia juga semakin meningkatkan keberdayaan kelompok Tunagrahita.

“Hal penting lainnya adalah kepemimpinan Kepala Desa , pengurus yayasan rumah harapan serta peran karang taruna melalui akses pemasaran on line juga sangat membantu mereka. Saya sangat apresiasi , kalian aktifis karang taruna disini semua keren sekali karena konsisten memberikan semangat dan harapan bagi warga tunagrahita disini,” ucapnya.

Lebih lanjut, rasa optimis semakin kuat ketika Gubernur Khofifah melihat secara langsung bagaimana kelompok Tunagrahita memainkan jari jemarinya membatik ciprat dan membuat keset.

“Warnanya, desainnya, sudah cukup dekat dengan kebutuhan pasar. Ditambah story telling akan memberikan kesan kuat bagi para pembelinya yang bahwa barang yang mereka beli merupakan produk tunagrahita di kampung ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Difi Ahmad Johansyah berharap, fasilitas yang sudah diberikan dapat dimanfaatkan Kepala Desa dan karang taruna.

“Kalau kampung ini berhasil, itu karena mereka sendiri. Bukan karena kami. Kami hanya memfasilitasi dan saya menekankan story telling seperti yang sudah disampaikan Ibu Gubernur,” tuturnya.

Ke depan, Difi-sapaan akrabnya melihat keunikan lain yang bisa dimaksimalkan Kepala Desa dan anak-anak karang taruna, yakni menjadikan desa wisata.

“Saya sudah berkeliling Jatim bahwa keinginan membuka wisata outdoor semakin besar sehingga kebutuhan semacam itu bisa difasilitasi masyarakat Desa Karangpatihan,” tandasnya.

Setelah meninjau Rumah Harapan, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan berupa 100 paket sembako serta uang pembinaan sebesar Rp. 10 juta.(*)

 

Reporter: Arip Ripaldi

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like