PEMERINTAHAN

Usai Blusukan, Giliran Datangi Pabrik Migor

Bersama Kapolri, Gubernur Khofifah berkunjung ke pabrik minyak goreng, memastikan produksi migor untuk rakyat.

Tunasnegeri.com – Tak hanya fokus memperhatikan arus penjualan migor di pasaran. Masih bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Khofifah, melanjutkan kunjungannya ke produsen migor di Surabaya.

Mereka mendatangi pabrik migor, milik PT Smart Tbk Rungkut, Surabaya. Terungkap, pabrik migor pimpinan General Manager : Arthur, perharinya mampu memproduksi 250 ton migor. Bahkan, produktivitasnya masih bisa ditingkatkan.

Gubernur Khofifah, mencoba mengkalkulasi. Katanya, jika semua pabrik migor di Jatim perharinya bisa menghasilkan 250 ton, diyakini pasokan migor di pasaran harusnya aman. Apalagi, produksi sebanyak itu masih bisa dimaksimalkan lagi. “Jika pabrik yang lain melakukan hal yang sama, seharusnya tidak terjadi kekosongan dan rantai pasokan migor tidak terputus,” jelasnya.

Kata Khofifah, kelangkaan migor harus segera dicarikan solusi. Caranya, produsen dan distributor harus komitmen bersama, memenuhi permintaan pasar dengan ketulusan hati. Tanpa mengedepankan ego, hanya untuk berburu keuntungan besar dengan merusak stabilitas harga pasaran.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, berkomitmen akan mengerahkan jajarannya, untuk terus mengkaji dengan cek langsung kondisi rill di lapangan. Kemudian memastikan, dengan pengawasan ketat terhadap distribusi migor hingga benar-benar sudah berjalan baik. “Jadi ini kita akan ikuti terus dan mudah-mudahan, ketersediaan minyak goreng curah sesuai HET betul-betul ada di pasaran selama bulan Ramadhan,” tuturnya.

Sementara itu, Arthur, GM PT. Smart Tbk, mengatakan bahwa pihaknya setiap hari memproduksi secara normal tidak ada pengurangan. Dia juga menuturkan, bahwa pada bulan April dan Mei pihaknya mendapatkan kewajiban produksi minyak goreng sampai 1.725 ton.

Arthur, menyebut bahwa untuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri, pihaknya berupaya untuk meningkatkan produksi minyak goreng.

“Ini kami sedang mengajukan revisi, bukan minta turun, kami minta naik, karena kami ini kan ada volume untuk memproduksi curah itu satu harinya bisa keluar sekitar 250 ton. Kami sedang minta ajukan untuk ditambah volumenya di wilayah Jawa Timur,” ungkapnya.(rully efendi)

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like