KESEHATAN

Vaksin Booster Dapat Meningkatkan Efektivitas Vaksin COVID-19 sebelumnya

ilustrasi botol vaksin. (foto: Pixabay).

Tunasnegeri.com – Kemenkes menerbitkan Surat Edaran (SE) untuk memperbarui ketentuan pelaksanaan vaksin Covid-19 booster yang berlaku sejak 27 Januari 2022.

Berdasarkan SE terbaru, pelaksanaan vaksinasi booster dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota bagi masyarakat umum, tanpa menunggu target capaian vaksinasi.

dr. Alfi Yudisianto, Ketua IDI Jember mengatakan bahwa Vaksin booster dinilai dapat meningkatkan atau mengembalikan efektivitas vaksin COVID-19 sebelumnya yang bisa melemah seiring berjalannya waktu.

Dengan mendapatkan vaksin booster ini, antibodi tubuh bisa terbentuk kembali sehingga tubuh tetap kuat melawan virus Corona.

“Efek samping pemberian vaksin booster bila belum mencapai waktunya adalah dalam hal tingkat antibodi, bila belum mencapai waktunya titer antibodi yang dihasilkan tidak setinggi kalau sudah mencapai waktunya” katanya dalam rilis yang diterima Yunasnegeri

Kedua, lanjtnya, fungsi booster vaksin Covid-19 adalah untuk mencegah dari penularan dari varian Covid-19 yang sudah bermutasi.

Rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) juga menyatakan bahwa 6 bulan sejak pemberian vaksin inactivated, antibodi diketahui mulai berkurang sehingga pemberian vaksin booster Covid-19 dapat diberikan, terutama untuk menghadapi mutasi varian Covid-19 baru.

“Rekomendasi juga diberikan berdasarkan hasil studi terkait pemberian vaksinasi heterolog/kombinasi. Vaksin booster atau vaksin tambahan dibutuhkan untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap mutasi virus corona,” ujar dr Alfi.

Sama seperti vaksin flu yang membutuhkan booster setiap satu tahun sekali. Vaksin tetanus, difteri, dan pertussis juga membutuhkan booster setiap sepuluh tahun sekali. Untuk beberapa jenis vaksin, menerima dosis lebih kecil namun sering dinilai lebih efektif ketimbang mendapatkan dosis vaksin yang besar.

Hal ini memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk membangun respons secara berkelanjutan. Jadi, ketika terpapar virus di kemudian hari, antibodi dapat merespons lebih cepat dan mencegah infeksi virus corona terus berevolusi, mutasi virus ini dapat membuat virus lebih berbahaya dan mampu mengenali respons imun setelah divaksinasi.

“Artinya, virus dapat lebih mudah menginfeksi meskipun sudah menerima vaksin. Oleh karena itu, vaksin booster sangat dibutuhkan untuk meningkatkan bagian dari respons imun yang tidak dapat dihindari oleh varian virus,” pungkasnya.

Bagikan Ke:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like